Tuesday

Penghasilan Melimpah Dari Sampah

Peluang usaha, peluang bisnis, peluang usaha modal kecil, cara mengubah sampah menjadi sumber penghasil uang: Sampah adalah sampah, itu anggapan kebanyakan orang. Tapi sampah adalah juga uang, begitu anggapan sedikit orang yang jeli dengan peluang usaha. Banyak contoh orang yang sukses setelah bergelut dengan sampah. Bukan jadi pemulung atau tukang rongsok. Tapi memberi sentuhan kreatifitas pada sampah. Ini dia contoh mengubah sampah menjadi sumber uang.


1. Kerajinan Tas Dari Bungkus Kopi

Bungkus kopi yang sudah tidak lagi berisi kopi, sekarang tidak lagi menjadi sampah. Dengan sentuhan kreatifitas, kini bungkus kopi bekas dapat dibuat kerajinan tangan menjadi tas beragam ukuran dan mode. Bisa dijual dengan harga Rp. 15.000 - Rp. 30.000, tergantung ukurannya.











2. Pupuk Organik

Pupuk organik kini mulai trend lagi ketika pertanian dengan konsep back to nature sekarang mulai digalakan. Bahan-bahan pupuk organik benar-benar ada di sekitar kita: sampah organik, hijauan, dedak kasar dan lain-lain. Pengolahannya pun tidak sulit. Banyak yang mengusahakan dan terbukti sukses.












Baca Artikel Menarik Lainnya:
Eceng Jangan Dianggap Enteng

Monday

Eceng Jangan Dianggap Enteng

Peluang bisnis-peluang usaha-peluang bisnis dengan modal kecil-cara budidaya eceng: Enceng yang biasa tumbuh di sawah, di sela-sela tanaman padi, kadang dianggap pengganggu terhadap tanaman padi. Tapi juga di kalangan orang desa, eceng merupakan sebuah sayuran yang enak bila diolah. Baik hanya sekedar dikukus atau diurab dicampur parutan kelapa.Atau juga dipetis dengan sambal yang pedas di siang hari yang terik, mantaps!

Tapi, jangan menganggap enteng pada eceng. Kini eceng naik kelas, banyak dijual di pasar-pasar dan pembelinya pun banyak. Satu ikatnya hampir sama dengan harga kangkung.Kini mulai ada orang yang membudidayakan eceng dan melihatnya sebagai peluang bisnis yang mudah dan modalnya pun tidak seberapa.

Cara budidaya eceng:

Kita harus punya lahan sawah yang airnya stabil, tidak gampang kekeringan. Mula-mula sawah kita bajak, persis seperti mau menanam padi. Pematangnya pun kita perbaiki, jangan sampai ada yang bocor. Setelah itu kita tebarkan pupuk kandang secara merata di sawah yang telah kita bajak tersebut. Sebaiknya pupuk kandang kotoran sapi atau ayam. Biarkan selama satu minggu. Setelah itu kita tanami bibit eceng yang bisa kita ambil dari sawah lain yang tumbuh liar. Menanamnya jangan terlalu dalam. Jarak tanamnya 30 x 30 cm. Beres.

Pemupukan dan Pemeliharaan:

Kurang lebih 2 minggu eceng yang kita tanam mulai tumbuh. Saatnya kita memupuk dengan pupuk buatan, persis seperti memupuk padi. Pupuknya bisa dengan urea atau pupuk lengkap seperti NPK. Lalu bila ada tumbuhan selain eceng yang tumbuh kita siangi supaya tidak mengganggu pertumbuhan eceng.

Panen

Bila eceng sudah besar, kita bisa memanen eceng. Tentu tidak kita ambil semua, tapi dipilih hanya eceng yang telah besar atau agak tua, tapi tidak boleh terlalu tua.  Kumpulkan dan ikat. Satu ikatnya kira-kira sebesar betis orang dewasa. Panen selanjutnya bisa dilakukan selang 3 hari.

Pemasaran

Kita bisa menjualnya ke tukang sayur di  pasar atau menitipkannya di warung-warung. Soal harga itu pariatip. Tapi paling murah Rp. 300/ikat. Harga yang bagus mengingat sebelumnya eceng tidak bernilai ekonomis sama sekali.

Selamat mencoba dan meraup keuntungan dari eceng.

Artikel Menarik Lainnya:
Penghasilan Melimpah Dari Sampah